3 Destinasi Wisata di Sekitar Goa Jomblang Beserta Harga Tiket Masuknya - TribunNews

TRIBUNNEWS.COM - Alam Indonesia memang enggak pernah kehabisan destinasi indah. Salah satu buktinya ada di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta—yang tidak hanya memesona dan indah dipandang, tetapi juga menyimpan sejarah bumi yang begitu luar biasa.
Salah satu destinasi wisata paling ikonik di Gunungkidul adalah Goa Jomblang di Desa Pacarejo. Tak hanya visualnya yang memukau, tempat ini juga dikenal sebagai ruang edukasi tentang sistem karst dan sejarah geologi tropis.
Tapi ternyata, keajaiban di sekitar Gunungkidul tidak berhenti disitu saja. Masih banyak destinasi alam keren lainnya yang bisa kamu eksplorasi lebih lanjut. Mulai dari pantai eksotis, air terjun tersembunyi, sampai hutan pinus yang cocok untuk healing. Yuk, simak rekomendasinya berikut ini!
Baca juga: Goa Jomblang: Pesona Alam Indonesia Sekaligus Belajar Soal Karst
3 Destinasi Wisata Alam Indonesia di Sekitar Gunungkidul
1. Goa Pindul: Wisata Susur Gua Bawah Tanah
Terletak di Desa Wisata Bejiharjo, kawasan Goa Pindul memiliki beragam atraksi seru. Menariknya, Goa Pindul dulunya hanyalah gua yang tidak terawat dan bahkan menjadi sarang kelelawar. Namun, berkat inisiatif warga sekitar dan kolaborasi mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), kawasan ini berhasil disulap menjadi primadona wisata alam yang menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara.
Untuk menuju ke Goa Pindul dari Yogyakarta, kamu bisa naik kendaraan pribadi atau menyewa motor/mobil, dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Alternatif lainnya, kamu bisa naik bus dari Terminal Giwangan ke Wonosari, lalu lanjutkan perjalanan dengan ojek atau angkutan lokal ke Desa Bejiharjo. Jalannya pun cukup mulus dan sudah terhubung dengan Google Maps, jadi gampang ditemukan.
Aktivitas dan Harga Tiket Cave Tubing di Goa Pindul
Berjarak sekitar 45 menit dari Goa Jomblang, destinasi ini dikenal dengan kegiatan cave tubing—menyusuri gua sambil duduk santai di atas ban pelampung yang mengapung mengikuti aliran sungai bawah tanah.
Selama menyusuri gua sepanjang kurang lebih 350 meter tersebut, kamu akan disuguhi pemandangan stalaktit dan stalagmit yang terlihat begitu megah. Bahkan, stalaktit yang ada di tempat itu disebut sebagai yang terbesar keempat di dunia, lho! Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta geologi dan wisata petualangan.
Durasi kegiatan cave tubing ini biasanya berlangsung sekitar 45 menit hingga satu jam. Untuk tiket, wisatawan lokal dikenakan tarif mulai dari Rp50.000, sedangkan wisatawan mancanegara dikenai biaya sekitar Rp100.000 per orang, sudah termasuk pelampung dan pemandu.
2. Pantai Timang: Perpaduan Gondola dan Tebing Karang yang Picu Adrenalin
Kalau kamu suka wisata alam yang beda dari biasanya dan memacu adrenalin, Pantai Timang wajib masuk daftar perjalananmu. Berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, pantai ini dikenal bukan karena pasir putih atau ombak buat bermain air, melainkan karena gondola kayu tradisional yang melintasi laut ganas menuju Pulau Timang, tempat para nelayan lokal biasa mencari lobster.
Perjalanan menuju Pantai Timang dari pusat Kota Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dengan kendaraan pribadi atau sewa motor/mobil. Jalurnya cukup menantang, terutama setelah memasuki kawasan pedesaan yang jalanannya berbatu dan menanjak.
Tapi tenang, saat sampai di lokasi, semua usaha itu akan terbayar lunas dengan pemandangan laut lepas, deburan ombak, dan tebing-tebing curam yang dramatis.
Aktivitas dan Harga Tiket Masuk Pantai Timang
Dengan menaiki gondola laut yang masih ditarik manual menggunakan tali oleh warga setempat, kamu akan menyeberang dari tebing ke Pulau Timang dengan jarak sekitar 100 meter, sambil menghadapi hembusan angin laut dan ombak besar di bawahmu.
Alternatif lain bagi yang ingin sensasi lebih ringan tapi tetap seru adalah menyeberangi jembatan tali gantung yang juga mengarah ke pulau. Keduanya aman digunakan, selama kamu mengikuti instruksi dari petugas setempat.
Selain gondola, aktivitas yang bisa kamu lakukan di sini antara lain berfoto dengan latar laut lepas, menikmati seafood, khususnya lobster Timang dengan cita rasa yang segar, hingga sekadar duduk santai menikmati angin pantai. Suasananya begitu sepi dan alami, cocok buat kamu yang ingin menjauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Untuk masuk ke area Pantai Timang, pengunjung dikenakan tarif masuk sekitar Rp10.000. Kalau ingin mencoba gondola, tarifnya berkisar Rp150.000-Rp200.000 per orang, sedangkan jembatan tali dikenai biaya sekitar Rp100.000-Rp150.000, tergantung musim dan jumlah pengunjung.
Jam operasional Pantai Timang umumnya dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB setiap harinya. Disarankan untuk datang lebih pagi agar bisa menikmati pemandangan alam yang lebih maksimal dan antrean gondola tidak terlalu panjang.
3. Air Terjun Sri Gethuk: “Niagara di Gunungkidul yang Menyegarkan
Tersembunyi di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Air Terjun Sri Gethuk menawarkan pemandangan eksotis yang sering dijuluki sebagai “Niagara versi tropis”. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Yogyakarta, hanya sekitar 1,5 jam perjalanan. Jalur yang paling direkomendasikan adalah melalui rute Imogiri-Dlingo, lalu lanjut ke arah timur menuju kawasan wisata.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Sri Gethuk adalah saat musim kemarau. Airnya terlihat sangat jernih, kehijauan, dan mengalir tenang, cocok untuk bersantai atau bermain air bersama keluarga dan teman.
Aktivitas dan Harga Tiket Masuk Air Terjun Sri Gethuk
Setiba di lokasi, kamu akan menuruni tangga menuju tepi Sungai Oya, pintu gerbang utama sebelum mencapai air terjun. Ada dua pilihan seru untuk melanjutkan perjalanan, pertama, menyusuri sungai dengan naik rakit/perahu dan kedua, trekking ringan di jalur setapak di sisi sungai.
Jika kamu memilih naik rakit, cukup membayar Rp10.000 pulang-pergi. Tapi perlu dicatat, saat akhir pekan atau musim liburan, biasanya akan ada antrean karena jumlah perahu yang terbatas.
Sementara kalau kamu suka eksplorasi alam sambil jalan kaki, trekkingnya hanya sekitar 5-10 menit, jalannya juga sudah cukup baik dan aman. Namun, perjalanan baliknya bisa cukup melelahkan karena harus menanjak lewat tangga curam.
Setibanya di air terjun, kamu bisa menikmati berbagai aktivitas seperti berenang, foto-foto di tebing batu, body rafting, atau mencoba sensasi flying fox melintasi Sungai Oyo. Cocok banget buat kamu yang suka kombinasi antara refreshing dan adventure.
Untuk menikmati semuanya, kamu perlu membayar tiket masuk seharga berkisar Rp15.000, biaya rakit/perahu sekitar Rp10.000, sewa pelampung dikenai biaya Rp5.000-Rp10.000, body rafting dikenai biaya Rp30.000, dan flying fox dikenai biaya Rp35.000.
Jam operasional Air Terjun Sri Gethuk adalah setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Hari Senin biasanya kawasan ini tutup untuk dilakukan perawatan dan kebersihan.
Baca juga: Sisi Lain Keindahan Alam Indonesia: Antara Legenda, Larangan, dan Kearifan Lokal
Jelajahi Alam Gunungkidul Lebih Dalam
Dari gua, air terjun tersembunyi, hingga pantai yang menawan, Gunungkidul menyuguhkan pengalaman eksplorasi alam Indonesia yang begitu lengkap. Tapi yang paling penting, jangan lupa untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab, dengan jaga kebersihan, ikuti aturan pemandu, dan jangan merusak lingkungan.
Mengunjungi tempat wisata alam bukan hanya soal menikmati keindahannya, tapi juga soal menghargai kehidupan yang ada di dalamnya. Dengan menjaga etika saat berkunjung, kamu bisa ikut melestarikan kekayaan alam Indonesia agar bisa terus dinikmati generasi berikutnya.
Melalui inisiatif Lokal Asri, Tribunnews dan Tribun Network mengajak kamu untuk menjelajah dan mencari tahu lebih banyak tentang alam Indonesia sambil mengupayakan langkah menuju pelestarian dan keberlanjutan lingkungan.
Yuk, rencanakan petualangan berikutnya bareng keluarga atau teman dan temukan pesona alam Indonesia yang luar biasa!
0 Komentar